TEPAT WAKTU MENGEMBANGKAN USAHA
Dalam dunia usaha, tak cuma usah besar yang boleh berkembang. usaha mikro, kecil dan menengah juga harus berkembang agar pelaku atau pemiliknya dapat menikmati hasil usahanya berupa peningkatan kesejahteraan. Suatu usaha disebut berkembang antara lain jika skala usahanya bertambah besar, memiliki cabang baru, atau jenis usahanya bertambah.
Dalam merencanakan pengembangan usaha, kita harus benar-benar memahami kapan saatnya usaha kita berkembang berdasarkan kinerja usaha kita. pengembangan usaha tidak bisa didasarkan kepada keinginan saja. Jika pengembangan usaha dilakukan tidak tepat waktu, keinginan berkembang justru akan mempercepat kebangkrutan.
Agar usaha kita dapat berkembang ada beberapa syarat yang harus dipenuhi. Syarat-syarat tersebut adalah :
- Kita harus memilah uang usaha sesuai dengan fungsinya, yakni uang untuk modal dagang, uang untuk operasional usaha, uang untuk menyiapkan cadangan kelanggengan, serta uang yang benar-benar menjadi kumpulan keuntungan usaha. Jika pengelolaan keuangan belum dipilah, maka ada peluang kita salah menggunakan uang yang ada. Kalau itu terjadi, jangan-jangan uang cadangan kelanggengan yang kita gunakan untuk pengembangan usaha. Pada saat dibutuhkan, uang tersebut sudah tidak tersedia. Sumber biaya untuk membesarkan atau mengembangkan usaha tersebut seharusnya berasal dari keuntungan usaha yang bersangkutan. Namun, jika hanya mengandalkan keuntungan usaha, perkembangan usaha kita biasanya berjalan lambat. Untuk mempercepat usah kita biasanya berjalan lambat. Untuk mempercepat, kita bisa menggunakan dana segar lainnya. Sumbernya bisa dari uang sendiri, pinjaman perorangan pihak lain atau mengundangan investor. Jadi, kita membutuhkan kucuran dana bukan saat usaha kita kesulitan dana. melainkan saat kita yakin usaha kita sedang berkembang. Tujuan pinjaman itu untuk mempercepat perkembangan usaha kita.
- Kita harus memahami benar apakah usaha kita ini laksana kucing atau anak harimau. Kedua satwa itu memiliki bentuk mirip. Jika usaha kita laksana kucing, maka untuk membesarkannya di tempat yang sama. Sebesar apa pun dana atau modal yang kita gelontorkan, usaha tersebut tidak akan bisa besar layaknya ukuran harimau. Akan lebih tepat jika usaha kita dikembangkan dengan cara beranak pinak, yakni dengan membuak cabang baru di tempat lain. Namun jika usah kita laksana anak harimau, tambahan modal di tempat usaha tersebut bisa membuat usaha kita berkembang dan membesar seperti anak harimau yang tumbuh menjadi harimau dewasa. Warung kelontong misalnya, tidak bisa dikembangkan menjadi minimarket jika jumlah penduduk yang ada tidak bertambah. Untuk mengembangkannya alangkah tepatnya dengan cara membuka cabang di tempat yang baru dengan penduduk yang banyak dan peluang pasar yang besar. Jika terkendala dalam membuka cabang atau outlet baru, kita masih mungkin mengembangkan usaha di tempat tersebut dengan menawarkan produk baru. Artinya, kita tetap memanfaatkan pelanggan produk lama kita untuk menawarkan produk lainnya yang juga merupakan kebutuhan mereka. Sangat tidak disarankan untuk mengembangkan usaha di tempat baru dengan produk yangjuga baru bila kita hanya memiliki sumber dana terbatas. Produk baru di tempat baru akan membutuhkan biaya promosi sangat besar. Apalagi belum ada pesaing yang membantu mengenalkannya.
No comments:
Post a Comment