I AM THE CAPTAIN OF MY SOUL

I AM THE CAPTAIN OF MY SOUL



Penulis : Rene Suhardono @ReneriCCCareerCoach & Penulis UltimateU & Your Job is Not Your Career

Penyair Inggris, William Henley berkata dalam sebuah puisinya, Invictuc : "I am the  master of my own fate - I am the captain  of my soul" Kalimat dahsyat ini saya dengar pertama kali dalam sebuah film dengan judul  yang sama. Film tersebut memuat sekelumit kisah hidup Nelson Mandela  dengan pesan kegigihan  dalam menyatukan sebuah bangsa melalui olahraga.

Kalimat dahsyat tersebut membuat saya berpikir, semua berawal dari diri sendiri. Semua dimulai dari segala hal yang dipikirkan dan dirasakan. Kebetulan bisa dipandang sekadar sebagai insiden yang terjadi acak tanpa maksud, atau bisa dimaknai sebagai petunjuk menuju jalan utama kehidupan yang telah dipersiapkan. Syaratnya mudah, cukup buka mata, pikiran, dan hati.

Membuka mata, pikiran, dan hati juga jadi syarat utama bagi Anda yang ingin merealisasikan ide tahun depan. Tak ada rumus pasti yang bisa menggambarkan waktu yang pas. Tak ada logika mutlak untuk mendefinisikan waktu yang tepat. dalam obrolan dengan pebisnis ulung, kemampuan berbisnis mereka sering dimanifestasikan sebagai kemampuan mengenali. menggunakan, dan memaknai sense of timing.

Beberapa waktu yang lalu, saya berkesempatan menjadi moderator diskusi yang diisi oelh banyak orang kerendalam acara @SandiUno menunjukkan penguasaan atas sense of timing yang cerdas dan piawai. Modalnya ? Ya mendengar, memperhatikan, dan mempelajari sedikit lebih banyak dari orang lain.

Semua ada waktunya, semua ada tempatnya. Tak ada kebetulan belaka. Kenali waktu dan tempat untuk apa pun. Setiap kali bimbang, biarkan suara jhati yang mengambil pilihan. Bisa jadi seluruh kebetulan adalah pesan dan peluang untuk memahami esensi hidu melalui pemahaman diri sendiri yang lebih baik. Dan siapa lagi yang punya kemampuan mengirimkan pesan demikian selain Sang Pencipta ?

Tidak ada seorang pun yang punya kemampuan menjadi apa pun yang diinginkan-namun siapa pun akan bisa menjadi apa pun yang dikehendaki-Nya.

Est autem fides credere quod nondum vides; cuius fidei merces est videre quod credis

No comments:

Post a Comment

PENGIRIMAN

CARA ORDER